Oleh Wall Abulat
MAUMERE -- Manajemen PT PLN (Persero) Cabang Flores Bagian Timur (FBT) masih memberlakukan pemadaman bergilir menyusul satu unit mesin pembangkit berkekuatan 1,2 kilowatt (KW) masih dipelihara.
Minggu (22/3) malam, pemadamam listrik terjadi di beberapa lokasi di antaranya Batarang, Jalan Soekarno Hatta, dan beberapa titik lokasi lainnya. Pemadaman berlangsung sejak pukul 17.00 hingga pukul 22.00.
Manajer PT PLN Cabang FBT, Robert Rumapea mengatakan, pemadaman bergilir dilakukan karena satu dari 9 unit mesin pembangkit sedang dalam perbaikan. Mesin it memiliki daya 1,2 KW dari total 5,6 KW.
“PLN akan berupaya secepatnya selesaikan pemeliharaan mesin yang ada sehingga pemberlakukan pemadaman bergilir akan berakhir akhir Maret mendatang.”
Mama Katarina, salah seorang warga Jl. Raja Centis minta manajemen PLN untuk menambah unit mesin pembangkit listrik di PLN Cabang FBT untuk mengantisipasi setiap terjadi pemeliharaan mesin-mesin yang ada saat ini. “PLN harus usulkan ke PLN Pusat untuk tambahkan beberapa mesin pembangkit listrik di PLN Cabang FBT,” kata Katarina.
Selengkapnya...
26 Maret 2009
PLN Masih Berlakukan Pemadaman Bergilir
10 Februari 2009
Keluhan Warga Daratei Tidak Ditanggapi
Oleh Hubert Uman
BAJAWA - Menurut Pemda Ngada dan Geologi Bandung, semburan lumpur panas di sumur panas bumi Daratei-Mataloko tidak apa-apa. Tidak ada dampak negatifnya. Karena itu pemerintah masa bodoh. Keluhan warga tidak ditanggapi. Tetapi kenyataannya lain. Seng atap rumah warga banyak rusak. Hewan dan tanaman banyak yang mati, dan ada sejumlah warga yang menderita penyalit kulit.
“Kami minta Dewan mendesak pemerintah Kabupaten Ngada segera mengatasi masalah di Daratei. Proyek ini sudah menyengsarakan rakyat. Sekarang warga mau lari salah-salah,”kata tokoh masyarakat Kelurahan Todabelu Kecamatan Bajawa Dominikus Wogo saat berdialog dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ngada, Senin (10/2).
Senada dengan Dominikus Wogo, warga Kelurahan Todabelu Thadeus Watu yang rumahnya di Daratei kepada Flores Pos mengatakan, Pemda Ngada selama ini tidak pusing dengan penderitaan warga di Daratei dan sekitarnya. Setiap kali petugas pemerintah kabupaten turun, warga selalu mengeluh. Keluhan warga sama sekali tidak ditanggapi.
Staf Kecamatan Golewa Ida Longa juga mengatakan, warga di Daratei sekarang tambah resah akibat munculnya asap panas yang muncul di dua rumah milik Kristina Buku dan Theresia Bate.
“Benar. Sejak beberapa hari yang lalu asap panas keluar dari dua rumah warga di Daratei. Pemerintah kecamatan sudah mendapatkan laporan dan sudah turun ke Daratei. Rumah warga yang keluar asap panas itu jaraknya 200 meter dari sumur empat yang tidak dipakai, ”kata Ida Longa di Kantor Bupati Ngada, Senin (9/2).
Menurut Ida Longa, sejak asap panas keluar pemilik kedua rumah untuk sementara tinggal di rumah keluarga mereka di kampung.
Asisten I Setda Ngada Elias Djo mengatakan, asap atau uap panas yang keluar dari rumah warga di Daratei, pihaknya belum mendapat laporan dari pemerintah kecamatan.
“Selama ini saya keluar terus. Asap yang keluar di rumah warga di Mataloko itu belum ada laporan,” kata Elias Djo, Selasa (10/2), di ruang kerjanya.
Angggota DPRD Ngada Martina Bupu asal Daratei, pada waktu berdialog dengan mahasiswa dan warga Todabelu dan Desa Ratogesa mengatakan, masalah dampak negatif panas bumi Mataloko sudah sering dibicarakan Dewan. Sudah disampaikan kepada pemerintah dalam sidang-sidang dewan.
“Dewan bukan tidak peduli dengan penderitaan warga. Hanya selama ini pemerintah anggap masalah di Daratei ini hal yang biasa. Dewan tetap mengharapkan agar pemerintah cepat atasi masalah ini. Apalagi sekarang sudah muncul asap dan uap di rumah-rumah warga,”kata Kristina Bupu.*
Selengkapnya...