*Menuntut Ganti Rugi
Oleh Christo Lawudin
RUTENG (FLORES POS) -- Sebanyak 24 penumpang TransNusa rute Ruteng-Kupang, Minggu (21/6) terlantar di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Pesawat tiba-tiba terbang kembali. Para penumpang marah dan kecewa karena tidak diberitahu sebelumnya.
Disaksikan Flores Pos di Bandara Frans Sales Lega, Minggu (21/6) para penumpang sangat kecewa. Mereka berkumpul di ruang tunggu sampai tuntutan mereka dipenuhi manajemen TransNusa. Di antara para penumpang ada 3 anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Sehandi, Marten Darmonsi, Beny Randu dan Kepala UPT Dishub Provinsi NTT Ori Lomi serta Direktur RSUD Ruteng Dupe Nababan.
Ada penumpang yang harus melanjutkan perjalanan ke Bali dan Jawa. Marten Darmonsi mengatakan, penumpang bisa mengerti jika pesawat tidak datang sama sekali. Yang terjadi justru pesawat sudah mendarat di Bandara. Penumpang sudah siap jalan. Tiba-tiba pesawat terbang kembali tanpa informasi apapun.
"Kita betul sangat dirugikan. Kita memang sempat marah dengan orang-orang TransNusa di Ruteng. Kita sudah sepakat untuk menyampaikan tuntutan yang harus dipenuhi manajemen TransNusa," kata Marten Darmonsi.
Dikatakan, para penumpang sudah sepakat untuk menyampaikan 2 tuntutan kepada TransNusa. Pertama, tuntutan materil yakni Rp550 ribu untuk biaya transportasi, makan minuman, hotel, dan lain-lain. Kedua, immaterial Rp850 ribu senilai tiket Kupang-Ruteng. Tuntutan itu dilakukan karena para penumpang ditelantarkan secara sengaja pihak manajemen. Ketiga, penumpang harus diberangkatkan keesokannya. Namun, semua tuntutan itu harus dipenuhi dulu karena pembatalan ini merugikan para penumpang. Apalagi, ini bukan kejadian pertama.
Hal senada disampaikan Yan Sehandi. Menurut dia, manajemen TransNusa harus memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. Kalau ada masalah disampaikan secara terbuka sehingga bisa diketahui. Dengan kejadian sekarang, manajemen telah melakukan perbuatan yang merugikan penumpang.
" Tolong perbaiki pelayanan. Tidak bisa begini terus. Jangan dirugikan para penumpang. Terus terang, kami semua merasa sangat kecewa dengan kejadian," katanya.
Staf TransNusa Ruteng, Mus Ngarut mengatakan, dirinya tak berwenang memberikan keterangan pers. Dia persilakan wartawan menghubungi Manajer TransNusa di Kupang.
"Hubungi mereka saja. Hanya saya mau katakan sesuai dengan aspirasi para penumpag sebaiknya tutup saja penerbangan TransNusa Ruteng-Kupang atau sebaliknya. Hal itu terjadi karena penumpang termasuk para pejabat dikecewakan dengan pelayanan yang ada," katanya.
Manajer PT TransNusa Kupang,Yosef Lumban Gaol per telepon mengatakan, kasus ini terjadi karena jumlah penumpang telah melampaui kapasitas pesawat. Total yang mesti dimuat adalah 1 ton, tetapi yang ada di Ruteng itu 24 penumpang dan bagasinya dengan total berat 1,6 ton.
"Jadi sudah lebih kapasitasnya. Dan, yang tahu baik ini adalah pilot. Sebagian penumpang sebenarnya bisa diterbangkan. Tetapi untuk menghindari kesan diskriminasi, maka penerbangan ditunda hari berikutnya," katanya.
Mengenai tuntuntan para penumpang, kata Lumban Gaol, tuntutan material tak ada masalah. Pihaknya akan memenuhi tuntutan tersebut. Sedangkan tuntutan imateril sulit dipenuhi karena tidak masuk akal. Perusahaan sulit menjawab tuntutan tersebut.*
Selengkapnya...
23 Juni 2009
Penumpang TransNusa di Ruteng Terlantar
10 Februari 2009
Seminggu Kapal Barang Tidak Masuk Ende
Oleh Yusvina Nona
ENDE - Sudah seminggu pelayaran dihentikan sementara karena badai Fredy di perairan Australia. Namun hal ini tidak mempengaruhi harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Ende.
Beberapa pedagang yang ditemui di pasar Mbongawani , Selasa (10/2) mengatakan harga sembako masih normal.
“Meski stok mulai menipis, tapi kita masih menjualnya dengan harga normal. Minyak goreng bimoli ukuran 5 liter 1 dos isi 4 buah masih dengan Rp210 ribu, gula pasir ukuran 50 kg Rp335 ribu, beras bramo ukuran 50 kg Rp265 ribu. Harga-harga ini selalu variasi. Kalau naik, naiknya sedikit dan kalau turun, turunnya juga sedikit. Masih normal lah,” kata Mardiana Usman, pemilik kios Wahyu.
Dia menambahkan, beberapa barang sembako seperti minyak goreng bimoli, di beberapa distributor besar stok sudah mulai kosong.
Selain harga beras, gula, minyak goreng, harga telur ayam juga masih normal. Pengakuan Kanisius Ch. Sedha, pemilik kios Putra Putri, meski pasokan telur ayam dari Surabaya via Maumere berkurang, telur ayam masih dijual berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per rak (isi 30 butir). Sedangkan telur ayam produksi Ende seharga Rp31 ribu per rak.
“Karena cuaca kurang baik ini dan mengingat kapal belum bisa berlayar, stok telur ayam dari Surabaya ini kita jual seharga Rp30 ribu per rak. Sedangkan telur ayam Ende harga tetap Rp31 ribu per rak,“katanya.
Kanisius mengatakan, persediaan sembako masih cukup meski pelayaran terhenti selama dua minggu. Namun dia khawatir hanya mengenai persediaan telur.
“Musim begini, ikan di kota Ende kosong. Ikan yang datang dari Maumere pun terbatas. Orang mulai melirik ke telur ayam. Satu minggu ini saja, saya habiskan penjualan telur ayam dari Surabaya hampir 55 ikat. Satu ikat 6 rak telur ayam. Kalau untuk stok telur ayam Ende memang masih cukup, tapi permintaan pun semakin banyak. Untuk mengimbangi ini, kita penuhi dengan telur ayam Surabaya,“ katanya.
Mengapa telur Ende lebih mahal dari telur yang didatangkan dari Surabaya, Kanisius mengatakan selain memiliki kualitas baik, artinya tidak membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkannya, makanan ayam itu sendiri didatangkan dari Pulau Jawa.
“Faktor makanan juga mempengaruhi harga telur ayam kota Ende,”katanya.
Secara terpisah Jhony Rasyid, selaku pengusaha yang menyediakan jasa dan tenaga kerja pelabuhan mengatakan, peringatan untuk tidak berlayar mempengaruhi stok kebutuhan masyarakat Kabupaten Ende.
Persediaan kebutuhan untuk Kabupaten Ende mulai menipis. Mudah-mudahan kondisi ini, kata Jhony, tidak dimanfaatkan oleh para pedagang besar melakukan spekulasi harga barang.
“Kita ini kena imbas badainya saja. Tapi tidak usah khawatir, karena selepas badai ini dan cuaca kembali normal, akan ada banyak kapal barang yang masuk di dua pelabuhan kita baik sembako maupun bahan kebutuhan bangunan lainnya. Kita lihat tanggal 14-15 Februari nanti, pelabuhan kita akan penuh sesak dengan kapal-kapal barang yang membawa kebutuhan untuk masyarakat Kabupaten Ende,”katanya menambahkan kapal yang siap masuk nanti dari Surbaya dan Makasar-Ujung Pandang. Dari Surabaya untuk kebutuhan terigu dan dari Makasar, beras dan semen.
Dia juga mengatakan kapal-kapal kayu cukup menguasai dua pelabuhan di Ende. Pasalnya satu kapal kayu saja kapasitas muatannya kurang lebih 200 ton.
Tidak Beroperasi
Sementara itu Wal Abulat, wartawan Flores Pos di Maumere melaporkan ratusan kapal motor penumpang dan kapal penangkapan ikan di Kabupaten Sikka tidak beroperasi sepekan terakhir menyusul cuaca yang terus memburuk.
Pantauan Flores Pos dalam dua hari terakhir, sekitar 75 kapal motor berlabuh di Pelabuhan Wuring, 50 kapal berlabuh di Sadang Bui, dan belasan diamankan pemiliknya di sepanjang pantai utara Kota Maumere.
Dul salah seorang pemilik kapal motor jurusan Maumere-Pemana di Pelabuhan Sadang Bui, Selasa (10/2) mengaku kapal penumpang miliknya sudah tidak beroperasi sejak pekan lalu.
“Cuaca buruk akibat angin kencang dan gelombang setinggi 2 meter berisiko bagi kapal motor. Pemilik kapal sepakat untuk tidak mengoperasikan kapal hingga cuaca kembali normal,” kata Dul.
Nasrul, pemilik kapal ikan di Pelabuhan Wuring, Senin (9/2) mengatakan, kapalnya tidak bisa melakukan penangkapan ikan karena cuaca buruk.
Baik Dul, maupun Nasrul mengaku situasi ini membuat mereka rugi sekitar Rp 5 juta hingga Rp10 juta dalam sepekan.
“Biasanya dalam kondisi cuaca baik, penghasilan yang saya peroleh dari tangkapan ikan dalam sepekan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Dalam sepekan terakhir, saya tidak mendapat masukan sedikit pun,” kata Nasrul.
Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Kabupaten Sikka, Robby Lameng secara terpisah menjelaskan pemerintah telah meminta para pemilik kapal tidak mengoperasikan jasa angkutannya hingga cuaca membaik.
“Cuaca perairan NTT dan Sikka masih memburuk. Manajemen kapal penumpang atau pun kapal ikan jangan dulu mengoperasikan armada kapalnya,” kata Lameng.
Selengkapnya...
09 Februari 2009
Masih Lumpuh Pelayaran Feri Labuan Bajo-Sape
Oleh Andre Durung
LABUAN BAJO -- Pelayaran kapal feri Labuan Bajo-Sape masih lumpuh sejak Selasa (3/2) lalu karena cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi. Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)-NTT, dan Sape, Kabupaten Bima-NTB.
Kepala Angkutan Sungai, Danau dan Penyebarangan (ASDP) Labuan Bajo, Sigit P di Labuan Bajo, Senin (9/2) mengkatakan, sesuai informasi BMG cuaca laut belum normal. Tinggi gelombang masih sekitar 3 meter sehingga pelayaran Labuan Bajo-Sape belum dibuka.
Namun Sigit menilai cuaca pada Senin (9/2) pagi lumayan bagus, walau tinggi gelombang 3 meter. Jika cuaca demikian bertahan, syukur kalau tambah baik maka Selasa (10/2) KMP Cengki Afo yang sudah sepekan berlabuh di Labuan Bajo akan berlayar menuju Sape.
“Kalau cuacanya seperti pagi ini, mungkin esok subuh akan ada penyeberang feri dari sini ke Sape,” katanya singkat.
Nada yang sama disampaikan Pariman, Kepala Kantor Pelabuhan/Syahbandar Labuan Bajo. Pariman yang tengah berdinas di Surabaya per telepon mengatakan, Senin (9/2) cuaca buruk terjadi di seluruh Indonesia.
Antrean kapal feri tidak hanya terjadi di Labuan Bajo, tapi di Sape, Lembar, Padangmbai pun demikian, katanya.
Menurut Pariman, informasi BMG (Badan Meterologi dan Geofisika) serta hasil koordinasinya dengan Kepala ASDP Labuan Bajo, Sigit P melalu telepon Senin (9/2) pagi, ketinggian gelombang laut lintas Labuan Bajo-Sape 3 meter, sedangkan kecepatan angin 15-20 not/jam.
“ Informasi BGM begitu. Hasil koordinasi saya dengan Pak Sigit tadi per telepon juga demikian. Mudah-mudahan terus membaik sehingga esok pagi-pagi feri dari Labuan Bajo bisa menyeberang ke Sape,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Mabar, Stef Ngadi Yanto pada tempat terpisah di Labuan Bajo, Senin (9/2) mengatakan, “Cuaca buruk ini mungkin masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, dan ini sudah ada peringatan dari BMG.”
Menurut Ngadi Yanto, penerbangan masih seperti biasa. Demikian KM Tilongkabila masih bisa keluar masuk Labuan Bajo. “Kapal-kapal nelayan sementara jangan melaut mengingat cuaca masih buruk,” katanya.
Pantauan Flores Pos di Pelabuhan Feri/ASDP Labuan Bajo, Senin (9/2/) pagi antrean kendaraan meluber di luar pagar pelabuhan, di jalan negara depan pelabuhan. Pelataran parkir di dalam kompleks pelabuhan sudah penuh sesak truk-truk ekpedisi. Tidak sedikit muatan kendaraan-kendaraan itu sudah mulai membusuk, di antaranya pisang. Sedangkan KMP Cengki Afo masih bersandar di dermaga feri/ASDP setempat.
Selengkapnya...
08 Februari 2009
Lumpuh, Pelayaran Labuan Bajo-Sape
Oleh Andre Durung
LABUAN BAJO - Pelayaran Labuan Bajo-Sape lumpuh total. Kapal feri rute ini hampir sepekan terakhir tidak lagi beroperasi karena cuaca buruk. Angin dan gelombang tinggi.
Kepada Flores Pos di Labuan Bajo, Sabtu (7/2), Kepala ASDP Labuan Bajo, Sigit P. mengungkapkan kapal feri jurusan Labuan Bajo-Sape tidak berlayar sejak Selasa (3/2) hingga sekarang.
Kelumpuhan lalulintas akibat cuaca laut setempat memburuk, diantaranya dalam kawasan laut TNK Mabar. Arus deras dan gelombang tinggi disertai hujan lebat dan angin kecang.
Sigit tidak berani pastikan kapal pelayaran feri Labuan Bajo-Sape kembali dibuka. Semua tergantung cuaca laut setempat. Itu juga harus dikoordinasi dengan pihak kapal dan BMG (Badan Meteorologi Geofisika).
“Kalau BMG bilang cuaca sudah normal, kapal boleh layar dan pihak kapal setuju, kita jalani. Tapi jika mereka tidak berani, kita maklumi,”katanya singkat.
Kepala Kantor Pelabuhan/Syahbandar Labuan Bajo, Pariman di Labuan Bajo, Jumat (6/2) malam mengatakan, kapal feri Labuan Bajo-Sape tidak berlayar sejak Selasa (2/2) karena cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang.
“Penyetopan sementara pelayaran feri rute Labuan Bajo-Sape hingga batas yang tidak ditentukan,” katanya.
Menurut Pariman, berdasarkan petunjuk BMG ketinggian gelombang laut sepanjang lintasan Labuan Bajo-Sape 1-6 meter dengan kecepatan angin 1-17 knot/jam.
Jalur ini baru bisa dibuka kembali manakala cuaca sudah normal atas petunjuk dari BGM yang membolehkan itu. Diimbau kepada semua agar jangan memaksakan diri melakukan pelayaran.
“Taati petunjuk BMG agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Pariman.
Pantauan Flores Pos di kompleks pelabuhan feri/ASDP Labuan Bajo, Jumat (6/2) sore, antrean kendaraan roda empat dan enam meluber hingga di luar pagar kompleks pelabuhan, yaitu di jalan negara jurusan Labuan Bajo – Ruteng.
Sedangkan pelataran parkir dalam kompleks pelabuhan sudah disesaki kendaraan lain. KMP Cenki Afo tengah bersandar di dermaga setempat. Sementara keadaan cuaca Labuan Bajo dan sekitar hari-hari terakhir terus diguyur hujan siang malam bercampur angina kencang.
Kondektur truk ekspedisi Bima Cepat, Hamdan mengaku dia dan kawan-kawannya bertahan di pelabuhan itu sejak 3 hari lalu. Kapal Feri tidak jalan karena cuaca buruk.
“Berdasarkan informasi yang diperolehnya kapal, feri Labuan Bajo -Sape baru berlayar lagi sekitar 15 Februari mendatang,”katanya di kompleks pelabuhan fery/ASDP Labuan Bajo, Jumat (6/2).
Selengkapnya...
Tarif Angkutan NTT Turun Tujuh Persen
Oleh Leonard Ritan
KUPANG - Surat Keputusan (SK) Gubernur tanggal 16 Januari tentang tarif angkutan umum di NTT, terjadi penurunan tarif sebesar tiga sampai tujuh persen dari tarif yang diberlakukan selama ini. Tarif ini berlaku untuk semua angkutan dalam kota, angkutan pedesaan dan angkutan antarkota dalam provinsi di NTT.
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Harry Theophilus di Kupang, Jumat (6/2) mengatakan, hingga kini pelaksanaan di lapangan terkait penurunan tarif angkutan itu belum diterapkan karena pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Selain itu pihak Dinas akan terus melakukan sosialisasi tentang tarif baru tersebut. Karena itu semua komponen masyarakat diminta bersabar sambil menunggu kegiatan sosialisasi.
Harry mengatakan, sesuai formulasi keputusan Menteri Perhubungan No. KM.89 tahun 2009 tentang mekanisme penerapan tarif dan formula perhitungan biaya pokok angkutan penumpang dengan mobil bus umum antarkota kelas ekonomi. Perhitungannya mengikuti harga pokok angkutan, jarak, tarif batas atas dan tarif batas bawah.
Hitungannya, kata Harry, tarif angkutan sama dengan harga pokok angkutan kali jarak. Sedangkan tarif batas atas sama dengan 120 persen kali harga pokok angkutan kali jarak. Tarif batas bawah adalah 80 persen kali harga pokok angkutan kali jarak yang ditempuh angkutan.
Sementara itu biaya pokok angkutan diperoleh dari akumulasi biaya per-kilometer/ penumpang dengan komponen biaya langsung yang meliputi penyusutan kendaraan, bunga modal, gaji dan tunjangan awak kendaraan, bahan bakar minyak, ban, biaya pemeliharaan, biaya retribusi terminal, pajak kendaraan bermotor dan STNK, biaya uji kendaraan serta biaya asuransi.
Selain itu, untuk komponen biaya tidak langsung meliputi biaya pegawai non awak dan biaya pengelolaan. Semua komponen pembiayaan itu dikalkulasikan yang pada akhirnya ditetapkan besaran tarif angkutan.
“SK Gubernur tentang penurunan tarif angkutan umum itu sudah termasuk dengan biaya tarif angkutan laut khusus KMP ferry yang dikelola PT ASDP,” kata Harry.
Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Pata minta pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk mempercepat kegiatan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terutama instansi terkait. Sehingga SK gubernur tersebut sudah efektif berjalan dalam waktu dekat. Ini penting mengingat mayoritas kemampuan ekonomi masyarakat NTT masih dibawa rata-rata.
Dia mengatakan, masalah selama ini adalah rendahnya pengawasan terhadap tarif angkutan umum yang ditetapkan. Sering ditemukan penetapan tarif di lapangan jauh melampaui SK Gubernur bahkan ada yang naik hingga 100 persen. Untuk itu, koordinasi dan pengawasan perlu dilakukan secara berkala.*
Selengkapnya...