26 Oktober 2007

Hidupkan Spiritualias Santo Yosef Freinademetz

* Menyongsong Peringatan 100 Tahun Meninggalnya St. Yosef Freinademetz
* Misionaris Sulung Serikat Sabda Allah
Oleh Kristianto Naben
Ledalero, Flores Pos
Untuk memperingati dan merayakan 100 tahun meninggalnya St. Yosef Freinademetz, misionaris sulung Serikat Sabda Allah (SVD), Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero akan menggelar aneka kegiatan. Rangkaian kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali spiritualitas Yosef Freinademetz yang dihayatinya sebagai misionaris SVD di China. Pembukaan rangkaian kegiatan menyongsong peringatan 100 meninggalnya St. Yosef Freinademetz itu bertepatan dengan Minggu Misi Sedunia, yang dirayakan dalam ekaristi di Kapela Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, yang dipimpin Sekretaris Misi Provinsi SVD Ende, P. Huber Tenga, SVD dan dimeriahkan kor gabungan fratres Unit Agustinus Ledalero dan para karyawati Ledalero. Turut hadir dalam perayaan ekaristi tersebut para suster SSpS dari Maumere dan Kewapante serta keluarga-keluarga etnis Tionghoa yang ada di Maumere dan sekitarnya.
Dalam kotbahnya, Pater Huber mengatakan bahwa St. Yosef Freinademetz adalah seorang misionaris sejati yang berani meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk bermisi di tanah China. Keinginan Freinademetz untuk menjadi misionaris itu tidak mungkin terbatalkan sekalipun ada kegagalan yang terbayang di depan mata. Motivasi Freinademetz yang utama adalah doa yang membuat dia berani mengambil keputusan menjadi misionaris sebagai panggilan hidupnya dan menerima penugasan pendiri SVD, St. Arnoldus Yanssen untuk menjadi misionaris pertama SVD di China.
“Yang membuat karya misi St. Yosef Freinademetz di China berhasil adalah keyakinannya akan cinta Allah yang jauh lebih kuat daripada prasangka manusiawinya yang fana. Cinta akan Allah itu ia hidupi dalam suatu sikap hidup yang sungguh sangat mencolok, yakni kebaikan hati yang luar biasa. Karena itu, Freinademetz pernah berujar bahwa ia ingin menjadi orang China dan sampai di surga pun ia ingin tetap menjadi orang China,” katanya.
Rangkaian kegiatan menyongsong peringatan 100 Tahun kematian St. Yosef Freinademetz antara lain kegiatan animasi, sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, penyadaran ekologi, perlombaan melukis, membuat kerajinan tangan dan lomba membuat logo 100 tahun meninggalnya Yosef Freinademetz serta kegiatan pameran. Puncak perayaan ini direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 29 Januari 2008 mendatang. Kegiatan ini akan melibatkan para suster SSpS, komunitas Thinghoa di Maumere, Paguyuban Soverdia, Paguyuban Flobamora, Kelompok Gerobak asuhan P. Philipus Panda Koten SVD, serta kelompok kategorial lainnya. Untuk menyukseskan kegiatan ini sudah dibentuk Panitia Perayaan Peringatan 100 Tahun Meninggalnya St. Yosef Freinademetz, dengan penanggung jawab Rektor Seminari Tinggi Ledalero, P. Philipus Tule SVD dan Ketua Panitia Pelaksana, P. Yanuarius Lobo SVD, dibantu sejumlah seksi.
P. Lukas Djua SVD, yang menangani seksi animasi mengatakan, pihaknya akan membuat animasi berupa pendalaman spiritualitas Yosef Freinademetz untuk anggota SVD dan SSpS serta Paguyupan Flobamora dan Soverdia. Kegiatan lain berupa memperkenalkan Yosef Freinademetz kepada sejumlah kelompok sasar seperti kelompok etnis Thinghoa yang ada di Maumere dan sekitarnya, kelompok gerobak serta kelompok kategorial lainnya.
Sr. Elisabeth, SSpS, yang menangani seksi penanggulangan HIV/AIDS mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan upaya penanggulangannya kepada sejumlah kelompok sasar di wilayah Kabupaten Sikka. Kegiatan ini akan melibatkan para frater Ledalero setelah terlebih dahulu mendapat pembekalan.
Sedangkan seksi ekologi yang dipimpin Bapak Marsel Goma akan membuat kegiatan penyadaran masalah lingkungan hidup di sejumlah desa/paroki. Untuk menyukseskan kegiatan ini pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah instansi atau dinas terkait di Kabupaten Sikka.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar