27 Februari 2009

Keong dan Tikus Serang Sawah Petani

Oleh Christo Lawudin

RUTENG (FP) -- Keong emas dan tikus menyerang dan menghancurkan padi sawah dan ladang para petani di Desa Belangturi dan Pong Liko, Kecamatan Ruteng, Manggarai.

Keong emas menyerang padi yang berumur dua bulan.


Petani dari Kampung Maras, Desa Belangturi, Stefanus Jarut di Cancar, Rabu (26/2) mengatakan, serangan tikus dan keong emas bervariasi tiap lokasi sawah. Tetapi, serangkan cukup meluas sehingga mengkhawatirkan para petani.

“Serangan hama tikus baru terasa 2 pekan belakangan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya rumpun padi yang dimakan tikus. Serangan cukup parah di beberapa lokasi sehingga beberapa warga melaporkan ke PPL yang ada di desa. PPL sudah turun untuk lihat kondisi. Tetapi, hingga sekarang belum ada penanganan konkret di lapangan,”ujar Jarut.

Seorang petani lain, Agustinus Wanda menambahkan, lokasi persawahan yang paling banyak diserang di Lingko Manggaluwa, Desa Pong Liko dan Lingko Pong Liko. Luasnya bisa belasan hektare. Tetapi, tingkat serangan tidak sama untuk setiap areal persawahan. Ada 10 petani yang sudah terdata padi sawahnya diserang tikus dan keong emas.

Para petani menginginkan Pemkab segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi serangan hama tersebut.

”Sebelum serangan parah, maka perlu penanganan segera. Ini penting sekali guna mengamankan padi. Karena itu, pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk menanganinya sehingga serangan tidak meluas,”katanya.

Hal senada disampaikan Kades Pong Liko, Germanus Papu. Menurutnya, di wilayahnya yang terasa serangan adalah keong emas. Keong ini memakan padi yang berumur di bawah 1 bulan karena dedaunan dan batang padi masih lunak. Kalau sudah lewat satu bulan, keong biasanya sudah tidak memakan padi lagi.

”Keong emas jadi momok bagi petani. Karena bisa menghabiskan padi dalam waktu singkat. Karena keong ini sangat banyak di sawah-sawah. Untuk membasminya sulit sekali. Malah, pernah petani tanam ulang gara-gara padi dimakan habis oleh keong,”katanya.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Frans Palembang belum berhasil ditemui, Kamis (26/2). Tetapi, menurut Sekretarisnya, Machael Dima, sementara ini yang diketahui adanya serangan hama tikus baru di Kecamatan Satar Mese. Untuk wilayah Kecamatan Ruteng, belum ada laporan. Mungkin masih ditangan petugas penyuluh lapangan. Karena mereka yang dekat dengan para petani.

”Kami belum dapat informasinya. Namun, hal itu pasti sudah terkaver para penyuluh pertanian di lapangan. Mereka pasti melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan,”katanya.

Paling penting, katanya, sanitasi. Jika sanitasi persawahan tidak bagus, hal ini akan memberi peluang kepada hama untuk menyerang tanaman padi. Karena itu, petani tetap diminta untuk menjaga sanitasi sawahnya sehingga bisa menekan datangnya hama. Pemberian racun tikus merupakan pilihan terakhir.*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar